DSC01533

Majalengka (11/02/2015) Pelatihan Dasar Jurnalistik dan sosialisasi UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik bertempat di gedung SKB Majalengka hari Rabu tanggal 11 Pebruari 2015, Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah Majalengka dengan mengundang para Kepala Desa Se-Majalengka sebagai pesertanya, Dalam Rangka memperingati Hari Pers Nasional dengan Thema “Pers Sehat Bangsa Hebat”

Diawali oleh laporan ketua penyelenggara dan sambutan ketua PWI wilayah Majalengka ibu Tati Purnawati, S.Sos selanjutnya kegiatan ini dibuka oleh Bupati Majalengka H. Sutrisno, SE, M.Si, dalam sambutanya Bupati sendiri mengharapkan adanya kerjasama antara pemerintah baik Desa maupun Pemerintah Daerah khususnya di Majalengka bisa terjalin kemitraan yang baik dalam rangka penyelenggaraan dan pelayanan terhadap publik. Dalam sesi pertama hadir 3 narasumber khusus untuk pembahasan UU Desa No.06 tahun 2014, yaitu Kasi Intel Kejari Majalengka, Kabag. Tapem Kabupaten Majalengka dan anggota DPRD Kabupaten Majalengka yang menjadi Sekretaris Pasus raperda tentang Desa.

Disesi kedua menghadirkan narasumber dari wartawan senior dan akademisi Drs. Rahmat Iskandar, M.Si, dengan pembahasan tentang pers dan kode etik jurnalistik. Disesi ini banyak hal yang ditanyakan oleh para kepala Desa terutama soal banyaknya orang yang sering berkunjung ke Desa-Desa dengan mengatas namakan wartawan atau media. Menurut Drs. Rahmat Iskandar yang akrab disapa kang Rais ini “ Bahwa di Majalengka sendiri hanya ada 37 orang yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah majalengka, mereka telah dibekali dengan kartu Identitas sebagai anggota PWI serta memegang teguh kode etik sebagai jurnalis. Jika ada oknum yang mengaku wartawan tanpa bisa membuktikan identitas apalagi dengan etika dan tingkah laku yang tidak menyenangkan maka para Kepala Desa atau siapa saja berhak menolak dan bisa melaporkanaya ke Komisi Pelanggaran kode Etik atau bahkan ke pihak yang berwajib sekalipun dengan dasar Pasal 335 KUHP dan 368 tentang tindakan tidak menyenangkan.

Diakhir acara para peserta mendapatkan sertipikat, dan acara ditutup oleh Wakil Bupati Majalengka DR.H. Karna Sobahi.M.M.Pd, sebelum ditutup banyak hal yang disampaikan Wabup diantaranya  beliau mengatakan bahwa “keterbukaan informasi sesuai amanat UU adalah hal yang harus dan sudah tidak bisa dibendung-bendung lagi, maka peran media atau jurnalis sangan penting sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan keterbukaan informasi bagi publik.”

Sumber : Desa Nunuk Baru

Share Button