2015-05-30 09.37.15

Sabtu(30/5) Bagi sebagian besar masyarakat sabut kelapa merupakan limbah, Tetapi bagi masyarakat Desa Pasir Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka, Sabut Kelapa merupakan bahan baku utama pembuatan sapu Sabut kelapa. Sapu yang dikenal memiliki daya tahan yang cukup lama yakni 1 – 2 tahun ini merupakan produk asli masyarakat Desa Pasir.

Pada proses pembuatan mulai dari pemukulan untuk menghaluskan, pengrajin hanya mengandalkan kekuatan manual saja dengan cara memukul – mukul sabut kelapa menggunakan tongkat pemukul. Karena menurut para pengrajin hingga saat ini belum ada mesin yang dianggap cocok dan pas untuk proses penghalusan ini.

Pada awalnya sapu sabut kelapa hanya dibuat oleh beberapa orang saja, namun hingga saat ini ada puluhan pengrajin yang membuat sapu sabut kelapa. dalam 1 hari,  satu pengrajin mampu menghasilkan rata – rata 1 kodi sapu. Dengan harga jual Rp. 150.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- per kodi.

Sapu ini banyak diminati karena dikenal lebih efektif dalam membersihkan lantai dibandingkan dengan sapu lain yang dibuat menggunakan bahan plastik, ijuk dan sebagainya.Sapu yang dalam pembuatannya hanya melalui proses manual ini sudah di kenal tidak hanya di kabupaten majalengka saja, tetapi juga di kota – kota lain seperti Cirebon, Kuningan, Bandung, Jakarta, Surabaya dan lain – lain.

 

sumber : http://pasir.desamajalengka.or.id