Melihat beberapa waktu kebelakang Sebagai salah satu faktor yang dianggap absen dalam penerapan TIK di Desa banjaran yaitu bahwa modal diseminasi dan sosialiasi TIK dilakukan “serampangan” bahkan Penduduk desa Banjaran masih  terpapar pada dampak TIK (Internet, Smartphone, Tablet dll) secara langsung tanpa pengaturan dan keteraturan baik dari otoritas kelembagaan lokal baik dalam bentuk formal legal maupun nilai dan norma.Safari MAULID.10

Untuk itu, bersama hadirnya keberadaan Relawan TIK di Desa Banjaran telah membuat ide penguatan kelembagaan, yaitu upaya meningkatkan kemampuan kelembagaan masyarakat dan aparat, agar proses alih informasi dan teknologi; penyaluran dana dan investasi; proses produksi, distribusi, dan pemasaran; serta pengelolaan pembangunan dapat harus terlembaga dengan baik sesuai kondisi dan kebutuhan lokal yang dapat menunjang pencapaian sasaran.

Sebagaimana Pada pasal 82 dijelaskan mengenai keharusan adanya “Sistem Informasi Desa” dan tanggungjawab pembangunannya di pundak kabupaten/kota. Maka keberadaan Relawan TIK di Desa Banjaran hadir untuk merubah dampak negatif TIK pada masyarakat Desa yang  bergerak sebagai  penjembatan dan katalisator pengetahuan untuk menciptakan para pengguna TIK yang terdidik dan “berahlak” sehingga tercipta Internet yang SEHAT.

Di sini pula Relawan TIK Desa Banjaran  bergerak dan bersikap serta memastikan the right man with the right gun dan menjadi pendamping abadi dalam setiap Kegiatan desa khusunya yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK) yang ada di Desa Banjaran seperti pelatihan dasar komputer para perangkat desa, Kader PKK ataupun Karang Taruna Desa. Hal ini dilakukan untuk menepis tentang adanya kekhawatiran publik tentang dampak negatif TIK karena melalui “internetisasi pedesaan” diharapkan menjadi “keterkawalan TIK untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”, karena diinisiasi,diawasi dan dilakukan oleh komponen masyarakat sipil desa, digunakan oleh masyarakat desa, bukan top down dan birokratis.

Safari MAULID.14Gerakan sosial Relawan TIK Desa Banjaran ini merupakan respons untuk menjadikan TIK dan Relawannya yang ada di Desa Banjaran sebagai alat bantu produktivitas, bukan penggerusan berbagai kohesi sosial kultural kemasyarakatan, namun diarahkan sesuai “fungsinya” yaitu alat komunikasi global, untuk kepentingan pendukung usaha peningkatan kesejahteraan. Pun, bukan membuat petanmeninggalkan sawah dan ladangnya  berpindah kuadran pekerjaan karena sudah “pintar” internet, tetapi mampu menggunakannya internet sebagai alat untuk perekonomian berbasis sumber daya alam yaitu memanfaatkan internet dalam menggali pengetahuan sebagai faktor penunjang tata dan cara bertani yang berpotensi tinggi terhadap hasil produksinya .

Kegiatan sosial pendampingan relawan TIK desa banjaran ini  tentu saja sangat memerlukan  peran dari semua elemen masyarakat serta  unsur organisasi kemasyarakatan  lainnya, termasuk, nantinya perusahaan lokal desa (baik swasta maupun BUMDes),  maka karakteristik TIK Desa Banjaran di dalam posisinya sebagai bagian yang menguatkan (bukan melemahkan) sehingga terwujud Tata Kelola Keuangan dan Pelaporan yang Transparan, pembangunan partisipatif, sustainability, serta pembangunan yang “reflektif” sebagai imbangan “lokalisme”

Sumber : Desa Banjaran

Share Button